ANALISIS FISIKO-KIMIA SIMPLISIA DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS HERBA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)

Penulis

  • Diah Pratimasari
  • Disa Andriani

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v4i01.6707

Abstrak

Latar belakang : Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman famili Aceraceae yang tumbuh liar. Bandotan secara empiris digunakan sebagai antiseptik dan penyembuh luka. Selain itu tanaman bandotan juga dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antipiretik, antiinflamasi, dan antioksidan. Berbagai aktivitas farmakologis ini menjadikan tanaman bandotan berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat dan kosmetik. Sejauh ini penelitian terkait standarisasi bandotan yang dilakukan adalah terhadap bagian daun, padahal seluruh bagian tanaman bandotan termasuk akar memiliki potensi untuk dikembangkan. Selain itu penggunaan seluruh bagian tanaman mendukung green chemistry yaitu meminimalisir limbah sisa produksi.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi fisiko kimia simplisia seluruh bagian herba bandotan dan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT)nya.

Metode : Penelitian ini dimulai dengan membuat simplisia dari seluruh bagian tanaman bandotan. Simplisia yang diperoleh kemudian diamati aspek fisikokimia nya meliputi susut pengeringan, kadar abu total, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan identifikasi KLT. Selain dibuat simplisia, seluruh bagian bandotan juga diekstraksi dengan etanol 70%, untuk dianalisis KLTnya dibandingkan dengan simplisia dan standar kaemferol.

Hasil : Simplisia herba bandotan memiliki susut pengeringan 3,34%, kadar abu total 10,35%, kadar dari larut air 18% dan kadar sari larut etanol 125. Keseluruhan hasil tersebut memenuhi kriteria standarisasi yang ditetapkan oleh Farmakope Herbal Indonesia. Hasil KLT menunjukkan jumlah spot yang dihasilkan simplisia keseluruhan tanaman bandotan maupun ekstraknya lebih banyak dibandingkan standar Farmakope Herbal Indonesia.

Kesimpulan : Penggunaan seluruh bagian tanaman herba bandotan memenuhi standar mutu simplisia. Selain itu penggunaan seluruh bagian tanaman menunjukkan adanya keragaman spot pada KLT yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat maupun kosmetik

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-07-18