The Problem Of The Authority To Determine The Financial Losses Of The State On State Owned Enterprises (BUMN)

Authors

  • Lukmanul Hakim Faculty of Law, Bandar Lampung University
  • Farida Kaplele Faculty of Law, Cenderawasih University

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v23i3.3911

Abstract

This paper discusses the problems in determining
which institutions have the authority to determine the
financial losses of the state to state-owned enterprises.
Even though in existing legislation such as Law No. 15
of 2006 on the Supreme Audit Agency which regulates
the authority of the Supreme Audit Agency (BPK) and
the decision of the Constitutional Court (MK) No. 25
of 2016 basically states that related to the calculation of
state financial losses carried out by the BPK or other
institutions as long as declared by the BPK, but in
practice it is still found the fact that law enforcers such
as investigators and public prosecutors ignore this
provision for various reasons. Therefore, this paper
aims to reaffirm the authority of institutions that have
the authority to determine state financial losses to state
owned enterprises based on existing legislation. This
study uses the type of normative legal research. The
problem approach used in this study includes statute
approach, conceptual approach and case approach.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Lukmanul Hakim, Faculty of Law, Bandar Lampung University

LAW

References

Ali, Mahrus, Asas-Asas Hukum Pidana Korporasi,2017. Depok: Rajagrafindo

Perkasa.

Amirudin, Z.A. Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Rajawali Pers,

2010.

Anggoro, Cahyo.2018 “Kewenangan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan

atas Badan Usaha Milik Negara”, Jurnal Varia Justicia, vol. 14, No. 1.

Arief, Barda Nawawi. 19821.“Masalah Pemidanaan Sehubungan dengan

Perkembangan Delik-delik Khusus dalam Masyarakat Modern”,

(Makalah disampaikan pada Seminar Perkembangan Delik-delik Khusus

dalam Masyarakat yang Mengalami Modernisasi, yang diselenggarakan oleh

BPHN-UNAIR Surabaya, 25 - 27 Februari 1980, Bandung: Bina Cipta.

Boboy, Ariance., Saryono Yohanes dan Aksi Sinurat,2021. “Kewenangan Badan

Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Menentukan Unsur Kerugian

Negara Terhadap Tindak Pidana Korupsi”, SiBatik Jurnal, vol. 1, No. 1.

Dadi, Agustinus Ferdinandus.2011. Kepastian Hukum Tentang Status Keuangan

Negara di Lingkungan BUMN Persero dan Implikasinya Terhadap

Masalah Kerugian Negara Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi,

Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta, 2011.

Disantara, F. P., & Syaifudin, A. (2024). VIRALITY OF LAW ENFORCEMENT IN

INDONESIA: A REVIEW OF SOCIAL AND LEGAL CHANGES. Syiah

Kuala Law Journal, 8(2), 1–12.

https://doi.org/https://doi.org/10.24815/sklj.v8i1.40001

Dharmawan, N. K. S., Kasih, D. P. D., Samsithawrati, P. A., Dwijayanthi, P. T.,

Salain, M. S. P. D., Mahaswari, M., Ustriyana, M. G., & Moisa, R. V. (2024).

Quo Vadis Traditional Cultural Expressions Protection: Threats from

Personal Intellectual Property and Artificial Intelligence. LAW REFORM,

19(2), 321–343. https://doi.org/10.14710/lr.v19i2.58639

Dharmawan, N. K. S., Samsithawrati, P. A., Kasih, D. P. D., Dwijayanthi, P. T., &

Kurniawan, I. G. A. (2023). Model Penguatan Perlindungan Kekayaan

Intelektual Komunal: Transplantasi Muatan Kebijakan Termasuk Benefit-Sharing Berbasis Undang-Undang. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 17(2),

235. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2023.V17.235-252

Dharmawan, N. K. S., Samsithawrati, P. A., Kurniawan, I. G. A., & Amalia, R.

(2024). Protecting Well-Known Marks Related to Territorial Principle:

From Substantive Similarity to the Distinctiveness Theory. Journal Equity

of Law and Governance, 6(2), 41–50.

https://doi.org/https://doi.org/10.55637/elg.6.2.10740.33-41

Hakim, Lukman. Asas-Asas Hukum Pidana,2020. Yogyakarta: Depublish.

Haveman, Robert H. & Barbara L. Wolfe, 2002.“Social and nonmarket benefits

from education in an advanced economy”, Federal Reserve Bank of

Boston, vol. 47 (Jun).

Hutabarat, “Kaji unsur kerugian keuangan negara dalam delik tipikor”, Local

Workshop Semarang Auditor BPKP, Jawa Tengah 5 November 2013.

Jayantara, M., Kurniawan, I. G. A., & Samsithawrati, P. A. (2023). THE UNJUST

ENRICHMENT; IN INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS: A

PROPHETIC LEGAL PARADIGM. Jurnal Pembaharuan Hukum, 10(2), 215.

https://doi.org/10.26532/jph.v10i2.30673

Jonaedi Efendi & Johnny Ibrahim, 2020, Metode Penelitian Hukum, Normatif

dan Empiris, cet. III, Jakarta: Penerbit Kencana, 2020.

Kurniawan, I. G. A. (2022). The Enforcement of Progressive Law: Optimizing

Alternative Dispute Resolution as the Implementation of Pancasila

Values. International Conference Towards Humanity Justice for Law

Enforcement and Dispute Settlement, 1(1), 1–11.

Kurniawan, I. G. A. (2022). Digitalization of Business Law: Urgency and

Orientation of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0. Volksgeist:

Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 5(2), 253–265.

https://doi.org/10.24090/volksgeist.v5i2.6847

Kurniawan, I. G. A., Samsithawrati, P. A., & Dharmawan, N. K. S. (2024). Legal

Protection for Intellectual Property Holders in Business Activities in The

Era of The Industrial Revolution 4.0. Jurisprudentie : Jurusan Ilmu Hukum

Fakultas Syariah Dan Hukum, 11(1), 74–81.

https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v11i1.48076

Kurniawan, I. G. A., Samsithawrati, P. A., & Lulo, L. D. D. M. (2023). Eksistensi

Sanksi Administratif Bisnis Digital dalam Perspektif Economic Analysis

of Law. Jurnal Ius Constituendum, 8(1), 115.

https://doi.org/10.26623/jic.v8i1.6281

Marzuki, P.M. Penelitian Hukum, 2005.Jakarta: Prenada Media.

Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana,2015 cet. IX, Jakarta: Rineka Cipta,p. 165.

Eddy OS Hiarej, Prinsip-Prinsip Hukum Pidana, 2015.Edisi Revisi, Yogyakarta: Cahaya Alam Pustaka.

ND., M. Fajar dan Y. Achmad, 2010. Dualisme Penelitian Hukum Normatif &

Empiris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Purba, Charles Bohlen.2014. “Efektivitas Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK

Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Di Kalimantan Barat,

Kalimantan Tengah, Dan Kalimantan Timur”, Jurnal Akuntansi, vol. 18,

No. 2.

Saleh, Roeslan. 1982. Pikiran-Pikiran Tentang Pertanggungjawaban Pidana, cet.

I, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Simatupang, Dian Puji Nugraha.2022.Keuangan Negara dan Kerugian Negara:

Perspektif Fenomenalogi dan Rekonsiliasi Hukum, Depok: Fakultas

Hukum Universitas Indonesia.

T. M., Tuanakotta. 2009. Menghitung kerugian keuangan negara dalam tindak

pidana korupsi, Jakarta: Salemba.

Wahyudianto, Agung Tri.2018. “Kewenangan Kejaksaan Dalam Penetapan

Kerugian Negara dan Perhitungan Keuangan Negara Dalam Perkara

Tindak Pidana Korupsi”, Badamai Law Journal, vol. 3, No. 2.

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Putusan Pra Peradilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor Perkara 17/PidPrap/2017/PN.JKT.SEL.

Putusan Pra Peradilan Pengadilan Negeri Palembang Nomor Perkara

15/PID.PRA/2023/PN PLG.

Putusan Pra Peradilan Pengadilan Negeri Palembang Nomor Perkara

16/PID.PRA/2023/PN PLG.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 31 Tahun 2012.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25 Tahun 2016.

https://www.hukumonline.com/berita/a/alasan-kejagung-kesampingkan-semapenghitungan-kerugian-negara-lt58bd4569650c3/

Downloads

Published

2024-12-20