Legal Protection and Rights of Indigenous Peoples: Legal Certainty in Managing Natural Resources
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v22i3.4999Abstract
Indigenous peoples possess traditional rights to natural resources within their territories, yet these rights are frequently overlooked or marginalized due to inadequate policies and regulations. This research aims to examine the legal protection of the Baduy tribe's rights in managing natural resources and to explore how legal certainty can be achieved in this regard. Utilizing a normative juridical approach, the study analyzes relevant laws and regulations pertaining to indigenous rights and state-provided legal protection. The findings reveal that the recognition and protection of customary law communities in Indonesia highlight the state's commitment to supporting social entities with autonomy over their lives. Despite the pressures of modern integration, indigenous peoples continue to uphold their identity, traditions, and customary rights. Legal acknowledgment of these rights is enshrined in the 1945 Constitution and various laws, including Law No. 5 of 1960 on Agrarian Affairs, Law No. 4 of 2009 on Mining, Law No. 41 of 1999 on Forestry, and Law No. 7 of 2004 on Water Resources. However, effective implementation is often hindered by regulations that do not adequately address customary rights. While Constitutional Court Decision No. 35 of 2012, which recognizes customary forests as belonging to indigenous communities, represents significant progress, challenges persist. The need for revisions to create more inclusive laws or regulations is pressing. For the Baduy tribe, Lebak Regency Regional Regulation (Perda) Number 32 of 2001 on the Protection of Ulayat Rights is a critical development. This regulation offers legal certainty and safeguards their traditional rights, including customary land and natural resources, and tackles issues like illegal logging and forest encroachment. By acknowledging local wisdom and customs, this regulation aims to preserve Baduy culture and enhance security and social stability in their area.
Downloads
References
Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.
Alting, H. (2011). Penguasaan tanah masyarakat hukum adat (suatu kajian terhadap masyarakat hukum adat Ternate). Jurnal Dinamika Hukum, 11(1), 87-98.
Aprita, S Raharjo, S. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia. Ban: Citra Aditya Bakti.. (2021). Sosiologi Hukum. Prenada Media.
Ariawan, I. G. K. (2013). Metode Penelitian Hukum Normatif. Kertha Widya, 1(1).
Dahlan, M. (2018). Rekognisi hak masyarakat hukum adat dalam Konstitusi. Undang: Jurnal Hukum, 1(2), 187-217.
Dahlan, M. (2018). Rekognisi hak masyarakat hukum adat dalam Konstitusi. Undang: Jurnal Hukum, 1(2), 187-217.
Dewi, S. H. S., Handayani, I. G. A. K. R., & Najicha, F. U. (2020). Kedudukan Dan Perlindungan Masyarakat Adat Dalam Mendiami Hutan Adat. Jurnal Legislatif, 79-92.
Fitri, M. R. (2023). Keselarasan Kehidupan Masyarakat Baduy Untuk Pencapaian Sdgs. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(2), 245-250.
Hastarini, A., & Luthfan, G. F. F. (2022). Kedudukan Hukum Masyarakat Adat Dalam Memperoleh Hak Atas Tanah di Indonesia. Jurnal Hukum Sasana, 8(2), 243-264.
Madonna, E. A. (2019). Penerapan Hak Masyarakat Hukum Adat Dalam Pengelolaan Hutan Di Indonesia. Bina Hukum Lingkungan, 3(2), 264-278.
Marfai, M. A. (2019). Pengantar etika lingkungan dan Kearifan lokal. Ugm Press.
Marizal, M., Indrianingrum, A. P., & Nugroho, H. R. (2022). Dinamika Pemanfaatan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Untuk Kepentingan Umum di Indonesia. Widya Pranata Hukum: Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, 4(2), 191-205.
Matnuh, H. (2017, November). Law as a tool of social engineering. In 1st International Conference on Social Sciences Education-" Multicultural Transformation in Education, Social Sciences and Wetland Environment"(ICSSE 2017) (pp. 118-120). Atlantis Press.
Mina, R. (2016). Desentralisasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai alternatif menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Arena Hukum, 9(2), 149-165.
Murdiana, E., Sudiono, T., & Putri, D. E. (2021). Kesadaran Hukum Masyarakat Baduy Banten Pada Pikukuh Adat, Dan Moderasi Hukum. Istinbath: Jurnal Hukum, 18(1), 124-141.
Mustomi, O. (2017). Perubahan tatanan budaya hukum pada masyarakat adat Suku Baduy Provinsi Banten. Jurnal Penelitian Hukum e-ISSN, 2579, 8561.
Nugroho, W. (2014). Konsistensi Negara Atas Doktrin Welfare State Dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan Oleh Masyarakat Adat. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 1(2), 22-49.
Nurtresna, R., Marfu’atun, D. R., & Yusar, M. (2023). Tantangan Masyarakat Adat Baduy Banten Kidul Terhadap Perubahan Sosial Budaya. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 1(2), 89-99.
Oktaviany, S. A. T., Hadi, F., & Gandryani, F. (2023). Perlindungan Hak Tanah Adat Suku Paser Dalam Wilayah Ibu Kota Negara Baru Di Kalimantan Timur Berdasarkan Peraturan Daerah No 4 Tahun 2019. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1(2), 160-172.
Pasaribu, R. S., & Simamora, J. (2022). Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Terhadap Keberadaan Masyarakat Hukum Adat Batak Toba. Nommensen Journal of Legal Opinion, 1-15.
Putri, R. R. (2017). Konstitusi dan Masyarakat Hukum Adat: Meninjau Pengakuan dan Perlindungan Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat Hukum Adat dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Padjadjaran Law Review, 5.
Riyanto, H. B. (2020). Pembaruan Hukum Nasional Era 4.0. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(2), 161.
Rosyada, A., Warassih, E., & Herawati, R. (2018). Perlindungan konstitusional terhadap kesatuan masyarakat hukum adat dalam mewujudkan keadilan sosial. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 20(1), 1-22.
Salamat, Y. (2016). Pengaturan Mengenai Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat (Studi Kasus Pengakuan Terhadap Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dayak Di Kalimantan Tengah). Jurnal Legislasi Indonesia, 13(04), 411-420.
Santosa, M. A., & Quina, M. (2014). Gerakan Pembaruan Hukum Lingkungan Indonesia dan Perwujudan Tata Kelola Lingkungan yang Baik dalam Negara Demokrasi. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 1(1), 23-54.
Sari, R. A. D. P. (2023). Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat dalam Memenuhi Hak-Haknya Berdasarkan Pasal 18B UUD 1945. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(11), 1006-1016.
Susylawati, E. (2009). Eksistensi hukum adat dalam sistem hukum di Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 4(1), 124-140.
Syahbandir, M. (2010). Kedudukan Hukum Adat dalam Sistem Hukum. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 12(1), 1-13.
Talumepa, J. B. (2020). Kajian Hukum Terhadap Tata Kelola Hutan di Indonesia. Lex Et Societatis, 8(4).
Thontowi, J. (2015). Pengaturan masyarakat hukum adat dan implementasi perlindungan hak-hak tradisionalnya. Pandecta Research Law Journal, 10(1).
Utrecht, E., & Djindang, M. (1989). Pengantar dalam Hukum Indonesia.
Yamani, M. (2011). Strategi perlindungan hutan berbasis hukum lokal di enam komunitas adat daerah bengkulu. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 18(2), 175-192.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Yuniar Rahmatiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













