Women and the Sunda Wiwitan Faith: Maintaining Rights in the Legal System
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v24i2.6072Keywords:
legal system, Sunda Wiwitan, womanAbstract
Constitutionally, freedom of religion and belief has been guaranteed in Constitution. The right to embrace religion and belief in God Almighty. However, local believers often experience discrimination against their civil rights, especially the rights of women. This research will examine how the position of women followers of the Sunda Wiwitan belief and all the problems in maintaining their rights. The approach method used in this research is normative juridical through legal principles, legal systematics, and conducted on norms and principles contained in secondary data, which are scattered in primary, secondary, and tertiary legal materials.
The Constitutional Court Decision No. 97/2016 has provided new hope for the indigenous faith community, for women, as an integral part of the Sunda Wiwitan community. Women's challenges and difficulties in facing various forms of discrimination to obtain civil rights, such as birth certificates and marriage certificates, are bureaucratic obscurity and lack of understanding of women's rights that often prevent access to public services, which they should receive. In addition, social stigma and negative community views towards traditional beliefs further exacerbate the nuances of this condition. The presence of local women leaders of Sunda Wiwitan, signifies a courageous effort to fight for the rights of indigenous peoples and advocate for more inclusive change. Their efforts show that women in the Sunda Wiwitan community not only play a role as cultural preservationists, but also as agents of change who fight for justice and equality.
Downloads
References
Anggita Vela, “Pembagian Waris Pada Masyarakat Jawa Ditinjau dari Hukum Islam dan Dampaknya”, As -Salam (Jurnal Hukum Islam dan Pendidikan), Vol. IV, No. 2, (2015): 7-16
Agnes Tutut Setianingsih, Julia Kumala Asri, dkk, “Eksistensi Penghayat Kepercayaan Kejawen di Tengah Arus Modernisasi”, The Indonesian Journal of Social Studies, Vol. 6, No. 2, (2022): 79-86, https://doi.org/10.26740/ijss.v5n2.p79-86.
Afis, Afis. "Implementasi Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Usia Dini di Kabupaten Barru." Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, Vol.2 No.9, 2024, 57–62. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i9.2458
Abbas, E. W., Jumriani, J., Handy, M. R. N., Syaharuddin, S., & Izmi, N. Actualization of Religious Values through Religious Tourism on the River As a Source of Social Studies Learning. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, Vol. 13, No.3, (2021): 1663–1669. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i3.1013
Ashri, https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/12/07/juwita-djatikusumah-tembang-perjuangan-sunda-wiwitan
Bambang Daru Nugroho, Hazar Kusmayanti, Dede Mulyanto, The Division Of Inheritance Of Adopted Children In The Indigenous People Of Kampung Naga Associated With Islamic Law, Jurnal Bina Mulia Hukum Vol.7 No.1, (2023):103-113, https://doi.org/10.23920/jbmh.v7i1.985.
Dede Fatimah, et.al., “Makna Simbolik Sunda Wiwitan Dalam Tradisi Meungkeut Bumi”, Commed: Jurnal Komunikasi dan Media, Vo. 7, No. 2, (2023): 126-143, DOI: https://doi.org/10.33884/commed.v7i2
E. Saefullah Wiradipradja, Penuntun Praktis Metode Penelitian Dan Penelitian Karya Ilmiah Hukum, Bandung: Keni Media, 2015, 31-32.
Ersis Warman Syah Abbas, J. Penguatan Sikap Nasionalistik Melalui Wisata Edukasi Di Bantaran Sungai. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, Vol. 7 No.3, (2022). https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/view/748
Eri Febioka Sandi, . Permasalahan Hukum terhadap Perkawinan Tanpa Akta Nikah Menurut UU No 1 Tahun 1974 dengan Hukum Islam (Studi Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur), Jurnal Impresi Indonesia, (2023)
Feby Yudianita, “ Tinjauan Yuridis Terhadap Aliran Kepercayaan Dihubungkan Dengan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945”, Jurnal JOM Fakultas Hukum, Vol.2, No. 2, (2015): 1-14.
Fatimah Mursyid, Nur Aida, Mipasya Ratu Plamesti, “ Persepsi Perempuan Masyarakat Baduy Luar Terhadap Uu Perkawinan No 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Uu No 1 Tahun 1974 Tentang
Perkawinan”, IBLAM LAW REVIEW, Vol. 4 No. 1 (2024): 363-377, DOI: https://doi.org/10.52249/ilr.v4i1.298
Hine, C. Virtual ethnography: Modes, varieties, affordances. The SAGE Handbook of Online Research Methods, 2008, 257–270
Heronimus Delu Pingge, Rahel Maga Aingu, “Studi Etnopedagogi Nilai-Nilai Sila Pancasila pada Budaya Lokal Masyarakat Adat Sumba”, Jurnal Papeda: Vol 3, No 1, (2021): 16–22.
Hilman Hadikusuma, “Antropologi Agama Jilid I”, Bandung: Aditya Bakti, 1993.
Hazar Kusmayanti, Dede Kania, Dewi Sulastri, Endeh Suhartini,Ramalinggam Rajamanickam, Patterns of Religious Magic Customary Law in Traditional Sundanese Wiwitan Marriage in West Java, SASI, Vol. 29 No. 3, (2023): 579-588, DOI: https://doi.org/10.47268/sasi.v29i3
Hilman, Deni. "Pelaksanaan Pasal 7 Ayat 1 Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan." Tesis, UIN SMH Banten, 2021
https://www.lpkbhiuinwalisongo.id/2023/09/pencegaha-perkawinan-dini-dalam.html
Ira Indrawardana, “Berketuhanan dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan”, Melintas, Vol. 30, No. 1, (2014): 105-108.
Ira Indrawardana, Kearifan Lokal Adat Masyarakat Sunda Dalam Hubungan Dengan Lingkungan Alam, Komunitas: International Journal Of Indonesian Society And Culture, Vol. 4, No.1, (2012): 1-8, DOI: https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i1.2390
Jagat Rayana, Ahmad Hapidin, dan Hisam Ahyani, “Tatanan Keyakinan Masyarakat Sunda Wiwitan di Era 4.0”, Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, Vol. 18, No. 1, (2021): 1-12, DOI: 10.15575/al-tsaqafah.v18i1.12331
Kamil Kartapradja, Aliran Kebatinan dan Kepercayaan di Indonesia, Jakarta : Yayasan Masagung, 1985.
Muchimah dan Much. Bachrul Ulum, “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Tentang Hak Konstitusi Bagi Penganut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”, Jurnal Volksgeist, Vol. 3, No.1, (2020): 55-67
Kristina Viri, “Dinamika Pengakuan Penghayat Kepercayaan di Indonesia”, Indonesian Journal of Religion and Society, Vol.02, No.2, (2020): 97-112. https://doi.org/10.36256/ijrs.v2i2.119.
Lutfy Mahendra, Rr. Nanik Setyowati, Pemenuhan Hak Pendidikan Kepercayaan bagi Peserta Didik Penghayat Kepercayaan di SMA Negeri 17 Surabaya, Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 7 No. 2, (2023): 10474-10484.
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Riena Cipta, 2009.
Nadia et al, identification of The Process for Establishing Tourism Awareness Group (Pokdarwis) Kampung Banjar, The Kalimantan Social Studies Journal, Vol. 3, No.2, (2022): 116-125, DOI: https://doi.org/10.20527/kss
Nur Laili As Syifa, Perubahan Sosial pada Modernisasi dan Globalisasi dalam Pendidikan IPS. Tugas Mata Kuliah Mahasiswa, Vol. 1 No.2 (2018):170–177. https://doi.org/10.20527/tmkm.v1i1.384.
Ma’arif, S. Pasang Surut Rekognisi Agama Leluhur dalam Politik Agama di Indonesia. CRCS UGM.(2017).
Puji Nurharyanto, Dadan Wildan, Mirna Nur Alia, “Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Cireundeu” SOSIETAS, Vol. 6 No.1, (2016): 1-12 DOI: https://doi.org/10.17509/sosietas.v6i1.2872
Putri, M., Abbas, E. W., Jumriani, J., Subiyakto, B., & Putra, M. A. H., “Contribution of Social Interaction Materials to The Establishment of Social Institutions in The Social Studies Student’s Book Class VII”. The Kalimantan Social Studies Journal, Vol. 3 no.2, (2022).
Rohman, A. "Agama Lokal dan Pendidikan: Studi Kasus Penganut Sunda Wiwitan." Jurnal Pendidikan Multikultural, 4(2), (2020):101-115
Raithah Noor Sabandiah, Endra Wijaya, Diskriminasi Terhadap Agama Tradisional Masyarakat Hukum Adat Cigugur, Jurnal Penelitian Hukum, Vol. 18, No. 3, (2018): 335-352, DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.335-35.
Raithah Noor Sabandiah, Endra Wijaya, “Discrimination against Traditional Beliefs of Cigugur Indigenous Community”, Jurnal Penelitian Hukum DE JURE, ISSN 1410-5632 Vol. 18 No. 3,(2018): 335 – 352, DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.335-352.
Sihol Farida Tambunan, Tinjauan Etnis Filosofi pada Organisasi Penghayat Kepercayaan PPK SUBUD Yang Bernuansa Kejawen (Studi Kasus : Wilayah Yogyakarta), Yogyakarta : Uwais Inspirasi Indonesia, 2020.
Sri Pajriah, Abdul Muin, Annisa Nur Azizah Yahya, Sarah Nafiatul Janan, “Model Pendidikan Nilai Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Penganut Kepercayaan Sunda Wiwitan Untuk Meningkatkan Karakter Siswa,” Jurnal Wahana Pendidikan, Vol. 7 No.1, (2020), 103-112.
Tri Winarni, Akhmad Nadiri, Ismail, Pencatatan Perkawinan Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Weru), Mahkamah: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 8, No. 2, Desember 2023, 244-254, 10.24235/mahkamah.v8i2.15786
Tholib Setiady. 2008. Intisari Hukum Adat Indonesia: Dalam Kajian Kepustakaan. Bandung: Alphabeta (dikutip oleh Sulastriyono, Filosofi Pengakuan Dan Penghormatan Negara Terhadap Masyarakat Hukum Adat Di Indonesia, Yustisia, Vol. 90, 2014, 97-104.
Yat Rospia Brata dan Yeni Wijayanti, “Dinamika Budaya Sunda dalam Peradaban Masyarakat Sunda Dilihat Dari Perspektif Sejarah”, Jurnal Artefak, Vo; 7, No. 1, (2020): 1-12, DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v7i1.3380.
Yohannes Nggai , “Kajian tentang Gender dari Perspektif Adat Lio di Desa Mauloo Kecamatan Paga”. De Cive :Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Vol. 2 No.11,(2022): 403–412. https://doi.org/10.56393/decive.v2i11.1032
Yasniwati, Y, “Urgensi Pencatatan Perkawinan Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak dalam Mewujudkan Keluarga Bahagia”. UNES Law Review, Vol. 6 No.1, (2023): 2312-2317. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1021.
Zainal Arifin. "Identitas dan Diskriminasi: Anak Penganut Agama Lokal dalam Pendidikan." Jurnal Sosial dan Budaya, 6(3), (2021): 200-215.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hazar Kusmayanti, dede kania, Asti Sri Mulyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













