Criminal Procedure Law Reform on Non-Imposing of Penalty in Judicial Decisions Following the Enactment of Law Number 1 of 2023 on the Indonesian Criminal Code

Authors

  • Hasbullah Universitas Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v24i2.6386

Keywords:

Criminal Law Reform, Criminal Procedure Law, Judicial Pardon

Abstract

The reform of criminal law under Law Number 1 of 2023 on the Indonesian Penal Code (KUHP) as the new material criminal law introduces the concept of Judicial Pardon or Rechterlijk Pardon. This reform allows for the possibility of a guilty verdict without the imposition of a criminal sentence in the Indonesian Penal Code. The central issues addressed in this study are: (1) What are the aims and conceptual foundations of Judicial Pardon or Rechterlijk Pardon? and (2) How is the concept regulated under Law Number 1 of 2023 on the Penal Code, Law Number 8 of 1981 on the Criminal Procedure Code (KUHAP), and the 2012 Draft Criminal Procedure Code (RKUHAP)? This study employs a normative juridical method, using both the statute approach and the comparative approach. The research is based on secondary data, gathered through library research, and analyzed qualitatively. The criminal law reform through Law Number 1 of 2023 introduces Judicial Pardon or Rechterlijk Pardon as an alternative consideration for judges, allowing them to refrain from imposing a sentence while still upholding the principles of justice and humanity. However, this reform in the concept has yet to be accommodated within Indonesia’s formal criminal law, as reflected in the Criminal Procedure Code of 1981 and the 2012 Draft Criminal Procedure Code. These codes currently do not recognize Judicial Pardon as a valid form of judgment—that is, a decision wherein a defendant is proven guilty beyond reasonable doubt but is not punished due to judicial clemency. Therefore, harmonization and adjustment are needed to ensure consistency in the application of Judicial Pardon or Rechterlijk Pardon within both material and formal criminal law systems, contributing to a more coherent and unified criminal justice system in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Indonesia yang lebih responsif. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1).

Aries, A., 2022. Judicial pardon as perfection of the implementation of legality principle in sentencing. International Journal of Research in Business and Social Science, 11(1).

Barlian, A.E.A. & Heradhyaksa, B., 2019. The idea of judicial pardon as reform of Indonesian justice system (comparison of judicial pardon system through various legal instruments). The First International Conference on Islamic Development Studies (ICIDS).

Bramantyo, R.Y. et al., 2024. Perbandingan hukum pidana KUHP lama Indonesia dengan KUHP baru Indonesia ditinjau dari perspektif pembaruan hukum pidana. Jurnal Transparansi Hukum, 7(2).

Dewi, P.M.L. & Setiabudhi, I.K.R., 2020. Kebijakan formulasi Rechterlijk Pardon (pemaafan hakim) dalam KUHP. Jurnal Kertha Wicara, 9(9).

Dharmawan, A.D. & Ramadanti, N.K., 2024. Pidana alternatif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan kaitannya dengan tujuan pemidanaan. Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik, 1(4).

Diyaulhaq, D. et al., 2022. Pembaharuan nasional hukum acara pidana. Jurnal IKAMAKUM, 2(1).

Estiningtyas, A.R., Hasanah, U. & Windari, R., 2024. Comparison of the legal regulation of the Rechterlijk Pardon in Indonesia and the Netherlands. Jurnal Suara Hukum, 6(1).

Farikhah, M., 2018a. Konsep judicial pardon (pemaafan hakim) dalam masyarakat adat di Indonesia. Jurnal Media Hukum, 25(1).

Farikhah, M., 2018b. Rekonseptualisasi judicial pardon dalam sistem hukum Indonesia (studi perbandingan sistem hukum Indonesia dengan sistem hukum barat). Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(3).

Hariyanto, O., Adhayanto, A. & Shalihah, F., 2023. The purpose of crimination against perpetrators and victims in the perspective of restorative justice. Corruptio, 4(1).

Hasibuan, S.M., 2021. Kebijakan formulasi Rechterlijke Pardon dalam pembaharuan hukum pidana. Jurnal Hukum Progresif, 9(2).

Hasibuan, L.R., 2022. The concept of restorative justice in the juvenile criminal justice system: A narrative review of the Indonesian context. Scholars International Journal of Law, Crime and Justice, 5(7).

Hunowu, B.P., Puluhulawa, F.U. & Dungga, W.A., 2023. Urgensi Rechterlijk Pardon dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum “THE JURIS”, 7(2).

Kai, M.I.P., Ismail, D.E. & Imron, S.Y., 2024. Asas pemaafan hakim dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia. Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik, 2(1).

Mahraen, 2023. Judicial pardon dalam perkembangan hukum pidana Indonesia (studi KUHP 2023). Iuris Notitia: Jurnal Ilmu Hukum, 1(1).

Malau, P., 2023. Tinjauan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru 2023. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1).

Manafe, V.A. & Sumanto, L., 2024. Asas pemaafan hakim (Rechterlijk Pardon) sebagai upaya penyelesaian tindak pidana ringan untuk pembaharuan hukum pidana nasional. Quantum Juris: Jurnal Hukum Modern, 6(3).

Meliala, N.C., 2020. Rechterlijk Pardon (pemaafan hakim): Suatu upaya menuju sistem peradilan pidana dengan paradigma keadilan restoratif. Jurnal IUS: Kajian Hukum dan Keadilan, 8(3).

Mubarok, N., 2024. Sejarah perkembangan hukum pidana di Indonesia: Menyongsong kehadiran KUHP 2023 dengan memahami dari aspek kesejarahan. Al-Qānūn: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 27(1).

Musa, M. et al., 2024. Guidelines for implementing imprisonment sentences with single formulation (a critique of Book I of the National Criminal Code). Law Reform: Jurnal Pembaharuan Hukum, 20(1).

Nasution, M.I., Ali, M. & Lubis, F., 2024. Pembaruan sistem pemidanaan di Indonesia: Kajian literatur atas KUHP baru. Judge: Jurnal Hukum, 5(1).

Octafiana, B.K. & Simangunsong, F., 2024. Urgensi penambahan putusan permaafan hakim (Rechterlijk Pardon) dalam Pasal 191 KUHAP. Juris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 5(3).

Padang, M.A., Siregar, B.J. & Rosmalinda, 2024. Keberpihakan pemidanaan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 4(2).

Patria, V. & Setyawan, I.D.K., 2021. The urgence of Rechterlijk Pardon regulation in criminal law renewal. Jurnal Inovasi Penelitian, 47(4).

Purwani, S.P.M.E. & Dewi, P.M.L., 2021. Judicial Pardon: Renewal of criminal law towards minor criminal offense. Yustisia: Jurnal Hukum, 10(3).

Samusamu, R. et al., 2023. Kebijakan penanggulangan prostitusi online melalui media sosial. Pattimura Legal Journal, 2(2).

Saputra, R.P., 2024. Perbandingan pasal KUHP lama dan KUHP baru tentang pertanggungjawaban terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan hewan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3).

Saputro, A.A., 2016. Konsepsi Rechtelijk Pardon atau pemaafan hakim dalam Rancangan KUHP. Mimbar Hukum, 28(1).

Singadimeja, M.H.O.N. & Rosidi, A., 2021. Mencari kemungkinan judicial pardon sebagai salah satu alternatif bentuk pemidanaan. Journal Ilmiah Rinjani (JIR): Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani, 9(1).

Sukma, F. & Cumbhadrika, C., 2023. Urgensi penerapan Rechterlijk Pardon sebagai pembaharuan hukum pidana dalam perspektif keadilan restoratif. Gorontalo Law Review, 6(1).

Sumardi, D., Lukito, R. & Ichwan, M.N., 2021. Legal pluralism within the space of Sharia: Interlegality of criminal law traditions in Aceh, Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(1).

Suryawan, R., 2021. Asas Rechtelijk Pardon (Judicial Pardon) dalam perkembangan sistem pemidanaan di Indonesia. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 2(3).

Sutrisno, U.W., Irawan, A. & Pradana, A.F.K., 2024. Revitalisasi judicial pardon dalam pembaruan hukum acara pidana di Indonesia. AL HUKMU: Journal of Islamic Law and Economics, 3(2).

Thesis

Masiming, Z.M., 2020. Perspektif ide Rechterlijk Pardon dalam penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum. Tesis. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Putri, R.R.F.A., 2024. Urgensi keberadaan dan model pengaturan ideal judicial pardon dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia. Tesis. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Rakhmawati, M., 2024. Pemaafan Hakim (Judicial Pardon) dalam KUHP baru perspektif hukum Islam (Studi Pasal 54(2) UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Skripsi. Purwokerto: Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri.

Website

Ady Thea DA, 2025. Pembahasan RUU KUHAP dimulai dari nol, Hukum Online, 23 Januari. Available at: https://www.hukumonline.com/berita/a/pembahasan-ruu-kuhap-dimulai-dari-nol-lt6791d2f618bd4/?page=1 [Accessed 21 May 2025].

Fachri, F.K., 2023. Kasus Nenek Minah pembuka fenomena penerapan Restorative Justice, Hukum Online, 12 Juli. Available at: https://www.hukumonline.com/berita/a/kasus-nenek-minah--pembuka-fenomena-penerapan-restorative-justice-lt64ad8fa40c796/ [Accessed 21 May 2025].

Sidik, J.M., 2009. Terdakwa kasus semangka minta dibebaskan, Antara News, 16 Desember. Available at: https://www.antaranews.com/berita/166090/terdakwa-kasus-semangka-minta-dibebaskan [Accessed 21 May 2025].

Yozami, M.A., 2016. Ketika cubitan seorang guru kepada murid bebuah bui, Hukum Online, 4 Agustus. Available at: https://www.hukumonline.com/berita/a/ketika-cubitan-seorang-guru-kepada-murid-berbuah-bui-lt57a3491587416/ [Accessed 21 May 2025].

Peraturan Perundang-undangan

Indonesia, 2023a. Undang-Undang Republik Indonesia tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, UU No. 1 Tahun 2023.

Indonesia, 1981b. Undang-Undang Republik Indonesia tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, UU No. 8 Tahun 1981.

Rancangan Peraturan Perundang-undangan

Indonesia, 2012. Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Tahun 2012.

Downloads

Published

2025-06-24