Pancasila Feminism: Gender Equality Based on Values of Pancasila
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v21i1.1808Abstract
Abstract
Feminist are trying to fight for women in Indonesia to stand in line with men. However, these struggles are often based on liberal ideology. Gender equality based on liberal values can certainly be contrary to the values of Pancasila. Based on this, it needs to be discussed related to Pancasila Feminism as a form of gender justice based on the values of Pancasila precepts. Feminism based on human rights must still respect the differences in culture, nation and religion embraced by each country. In Pancasila feminism, all gender equality struggles must be in accordance with the nature of Pancasila which includes awareness as a creature of God, awareness as a civilized and just human being, awareness as a social being, unity and nationhood, and the ability to consult consensus. The views of feminism should not be contrary to the values of Pancasila, especially, with the value of Godhead. Religion considers that the position of men and women is equal in God's eyes. However, equality does not mean in all things for example in domestic and inheritance affairs.
Keywords: Feminism, Gender Equality, Pancasila
Abstrak
Para pemerhati feminisme berusaha memperjuangkan kaum perempuan di Indonesia untuk berdiri sejajar dengan laki-laki. Namun, perjuangan tersebut seringkali berpedoman pada ideologi liberal. Kesetaraan gender yang berlandaskan nilai-nilai liberal tentu dapat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan hal tersebut, perlu dibahas terkait Feminisme Pancasila sebagai bentuk keadilan gender yang berbasis pada nilai-nilai sila Pancasila. Feminisme yang berdasar pada hak asasi manusia harus tetap menghormati perbedaan budaya, bangsa dan agama yang dianut masing-masing negara. Dalam feminisme Pancasila, semua perjuangan keseteraan gender harus sesuai dengan sifat Pancasila yang meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran sebagai manusia yang beradab dan berkeadilan, kesadaran sebagai makhluk sosial, bersatu dan berbangsa, dan kemampuan bermusyawarah mufakat. Pandangan feminisme tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama, dengan nilai Ketuhanan. Agama menganggap bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama di mata Tuhan. Namun, kesetaraan itu bukan berarti dalam segala hal misal dalam urusan rumah tangga dan waris.
Kata Kunci: Feminisme, Kesetaraan Gender, Pancasila
Downloads
References
References
Aliyah, Ida Hidayatul, et.al, “Feminisme Indonesia dalam Lintasan Sejarah”, Jurnal Pembangunan Sosial, Vo. 1 No. 2, 2018, p. 140-153, DOI: 10.15575/jt.v1i2.3296.
Azis, Asmaeny dan Fajlurrahman Jurdi. 2007, Feminisme Profetik, Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Bendar, Amin, “Feminisme dan Gerakan Sosial”, Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, Vol. 13 No. 1, Juni 2019, p. 25-37, DOI: 10.46339/al-wardah.v13i1.156.
Heise, Lori L, et.al, “A Global Overview of Gender-Based Violence”, International Journal of Gynecology and Obstetrics, Vol. 78 No. 1, September 2002, p.5-14, DOI: 10.1016/s0020-7292(02)00038-3.
Hidayat, Arif, November 6th, 2017, “Indonesia Negara Berketuhanan”, Available on website https://mkri.id/index.php?page=download.Artikel&id=14, Accessed August 22, 2021.
Hunawa, Rahmawati, “Kedudukan Suami-Istri (Kajian Surah An-Nisa’ [4]: 34)”, Jurnal Potret, Vol. 22 No. 1, Juli 2018, p. 32-45, DOI: 10.30984/pp.v22i1.758.
Irfani, Sabit dan Dwi Riyanti, "Resurgensi Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Redupnya Jati Diri Bangsa”, Jurnal Pancasila, Vol. 1 No. 2, 2020, p. 45–53.
Irianto, Sulistyowati, 2006, Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum yang Berperspektif Kesetaraan dan Keadilan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kaelan, 2004, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma.
Kamaruddin, “Dimensi Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Perspektif Ham Islam”, Jurnal Agama dan Hak Asasi Manusia, Vol. 3 No. 1, Juni 2013, p. 163-178, DOI: 10.14421/in%20right.v3i1.1258.
Kurniarahman, Anisa, March 31th, 2020, "Benarkah Kesetaraan Gender Bukan Solusi?", Available on website https://ibtimes.id/benarkah-kesetaraan-gender-bukan-solusi, Accessed August 10th, 2021.
Latif, Yudi, 2015, Revolusi Pancasila, Jakarta: Mizan.
Maryam, Rini, "Menerjemahkan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) ke dalam Peraturan Perundang-undangan (Translation of Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) Into The Regulation of Legislation”, Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 9 No. 1, Maret 2012, p. 99–118, DOI: 10.54629/jli.v9i1.
McCarthy, Katharine J, et.al, “Gender, Power, and Violence: A Systematic Review of Measures and Their Association with Male Perpetration of IPV”, PLOS ONE Journal, Vol. 13 No. 11, November 2018, p. 1–27, DOI: 10.1371/journal.pone.0207091
Neale, Jo, A“Abused Women’s Perceptions of Professionals’ Responses: Valued Support, or Collusion with Perpetrator?”, Journal of Gender-Based Violence, Vol. 2 No. 3, 19 Oktober, p. 411–427, DOI: 10.1332/239868018X15366982612051.
Nurrahman, Agung, “Menimbang Semangat Pancasila dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS)”, Jurnal Kebijakan Pemerintahan, Vol. 2 No. 2, Desember 2019, p. 103-109.
Prantiasih, Arbaiyah, “Reposisi Peran dan Fungsi Perempuan”, Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Vol. 27 No. 1, Februari 2014, p. 1-6, DOI: 10.17977/jppkn.v27i1.5511.
Putra, Surya Desismansyah Eka, “Bingkai Keadilan Hukum Pancasila dalam Perspektif Hukum dan Relevansinya dengan Keadilan di Indonesia”, Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Vol. 27 No. 1, Februari 2014, p. 49-57, DOI: 10.17977/jppkn.v27i1.5515.
Rianto, Hadi, “Implementasi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di Lingkungan Sekolah”, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, Vol. 3 No. 1, Juni 2016, p. 80-91, DOI: 10.31571/sosial.v3i1.268.
Roziqi, Masbahur, “Nilai-Nilai Pemberdayaan Konseli Berbasis Feminisme Khas Soekarno: Studi Hermeneutika Gadamerian Buku Sarinah”, Jurnal Psikoedukasi Dan Konseling, Vol. 1 No. 1, Juni 2017, p. 33-50, DOI: 10.20961/jpk.v1i1.11466.
Saptari, Ratna, 1997, Perempuan Kerja dan Perubahan Sosial. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Shofa, Abd Mu'id Aris, et.al, “Wanua Nusantara: Praktik Pembumian Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda”, Jurnal Praksis Dan Dedikasi Sosial, Vol. 2 No. 1, April 2019, p. 1-5, DOI: 10.17977/um032v0i0p1-5.
Sudharmono, “Pancasila sebagai Ideologi Terbuka”, Jurnal Filsafat, Seri 22 Agustus 95, p. 1–10, DOI: 10.22146/jf.31576.
Sulardi dan Yohana Puspitasari Wardoyo, “Kepastian Hukum, Kemanfaatan, dan Keadilan terhadap Perkara Pidana Anak (Kajian Putusan Nomor 201/Pid.Sus/2014/PN.Blt)”, Jurnal Yudisial, Vol. 8 N. 3, Desember 2015, p. 251–268, DOI: 10.29123/jy.v8i3.57.
Sulianti, Ani, et.al, “Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Lembaga Pendidikan”, Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, Vol. 5 No. 1, Januari 2020, p. 54-65, DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp54-65
Suryorini, Ariana, "Menelaah Feminisme dalam Islam”, Sawwa, Vol. 7 No. 2, April 2012, p. 21-36, DOI: 10.21580/sa.v7i2.647.
Susetyo, DP Budi, “Stereotip dan Konflik Antar Kelompok”, Jurnal PSIKODIMENSIA Kajian Ilmiah Psikologi, Vol. 2 No. 3, 2002 p. 157-164.
Tardi, Siti Aminah, May 18th, 2020, "Feminisme Pancasila: menelusuri Kiprah Ibu Sinta Nuriyah (Bag-3 Habis)", Available on website https://arrahim.id/sat/feminisme-pancasila-menelusuri-kiprah-ibu-sinta-nuriyah-bag-3-habis, Accessed August 10th, 2021.
Taranau, Vic. Dianita Aprissa L, “Feminisme dari Perspektif Protestan”, Musawa, Vol. 13 No. 2, Desember 2014, p.111-117, DOI: 10.14421/musawa.2014.132.111-118.
Tim Penulis Komnas Perempuan, 2020, Kekerasan Meningkat: Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual Untuk Membangun Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak (Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2019), Jakarta: Komnas Perempuan.
Wilardjo, Liek, 1990, Realita dan Desiderata, Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Wulandari, Cahya, "Legal Philosophy Review: The Participatory Paradigm for Violence Against Women in Central Java", Yustisia Jurnal Hukum, Vol. 9 No. 1 Januari-April 2020, p. 83-97. DOI: 10.20961/yustisia.v9i1.40667.
Yanto, Dwi, “Pengamalan Nilai-nilai Pancasila sebagai Pandangan Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari”, Ittihad, Vol. 14 No. 25, April 2016, p. 35-45, DOI: 10.18592/ittihad.v14i25.860.
Zaduqisti, Esti, “Stereotipe Peran Gender Bagi Pendidikan Anak”, Jurnal Muwazah, Vol. 1 No. 1, Mei 2013, p. 73-82.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Cahya Wulandari, Indung Wijayanto, Loso .

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













