The Abrogation of Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB) Deed of Notary That Contains Standard Clause by a Verdict
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v21i1.1974Abstract
The onus of making and undersign the Deed of Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB) by a Notary is legally regulated in the PUPR Ministerial Decree No. 11/2019. This provides an obligation for a Notary in contrive the clause of the Binding Agreement that guarantees a legal preservation in the transition of land rights. In this research, the PPJB was using a standard clause containing an exoneration clause, thus causing an abrogation by a Verdict. This article uses a normative juridical research method, with secondary data and qualitative analysis. The eventuate is illustrate that the use of the principle of contract law is not legally valid if it contains an exoneration clause in it. As Public Officials who are charged with important duties and responsibilities, Notaries and PPATs must know all about legal studies related to make the deed so can avoid all lawsuits from parties that been disadvantaged due to disputes from the deed in the future.Downloads
References
BIBLIOGRAPHY
A’An Efendi, Freddy Poernomo, and IG. NG Indra S. Ranuh. Teori Hukum, Sinar Grafika, Jakarta. 2017;
Assegaf, Ahmad Fikri. Penjelasan Hukum tentang Klausula Baku. Jakarta: Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, 2014.
Badrulzaman, Mariam Darus. Perjanjian Baku: Perkembangannya di Indonesia. Bandung: Alumni, 1980.
Dewi, Gemala. Aspek-aspek Hukum Perbankan dan Perasuransian Syariah. Jakarta: Kencana, 2004.
Fuady, M. Hukum Kontrak (Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis). Cetakan kedua. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. 2003
Field, Sarah. Introduction to the Law of Contract: Formation of a Contract. 1st Edition. ISBN 978-87-403-1499-1
H.S, Salim. Hukum Kontrak, Teori & Teknik Penyusunan Kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.2008;
Khaerandy, Ridwan. Aspek-aspek Hukum Franchise dan Keberadaannya dalam Hukum Indonesia. Yogyakarta: Majalah Unisa, UII. 1992;
M.Echols, John dan Hassan Shadily. Kamus Inggris-Indonesia:An English-Indonesia Dictionary. Jakarta: PT Gramedia, 2005.
Mertokusumo, Sudikno. Hukum Acara Perdata. Yogyakarta: Liberty.1999);
Miru, Ahmadi Miru. Hukum Kontrak, Perancangan Kontrak. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa, 2007.
Muljadi, Kartini dan Gunawan Widjaja. Perikatan Yang Lahir Dari Undang-Undang. Jakarta: RajaGrafindo Perkasa, 2005;
Rusli, Hardijan Rusli. Hukum Perjanjian Indonesia dan Common Law. Cet. 2, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996;
Siddhartha. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Jakarta: Grasindo, 2000.
Subekti, R. Aspek-Aspek Hukum Perikatan Nasional. Bandung: Alumni,1986.
Subekti, R. Pokok-Pokok Hukum Perdata.Jakarta: Intermasa, 2003;
Suharnoko. Hukum Perjanjian Teori dan Analisa Kasus. Jakarta: Kencana Prenada Media Group,2007;
Tobing, G.H.S.Lumban. Peraturan Jabatan Notaris (Notaris Reglement). Cet.3. Jakarta: Erlangga, 1983.
Legislation
Indonesia, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821.
Indonesia, Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4432.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Nomor 11/PRT/M/2019.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. Diterjemahkan oleh R. Tjitrosudibio. Jakarta: Pradnya Paramita, 2009.
Mahkamah Agung. Putusan Mahkamah Agung Nomor182 Tahun 2016
Mahkamah Agung. Putusan Mahkamah Agung Nomor 3202 Tahun 2016.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Lusiana Dwiyanti, Liza Prihandhini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













