Marlojong Custom Contribution In Marriage Dispensation Case At Panyabungan Religious Court
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v21i1.2660Abstract
Judges at Panyabungan Religious Court explored the prevailing values in society by consulting traditional figures, also known as hatobangon. This is a common practice when a marriage is based on marlojong custom. This study aimed to examine the contribution of customary laws in marriage dispensation decision at Panyabungan Religious Court by using the legal approach and the socio-legal approach. The legal approach was used to analyze marriage dispensation verdict at Panyabungan Religious Court. The socio-legal approach was used to analyze the social interactions that occur between the Religious Courts and customary institutions. The results of this study indicated that traditional leaders play an important role in providing legal advice in society. In cases of underage marriages, usually hatobangon (traditional leaders) propose two options; unregistered marriage or marriage dispensation application. In the latter case, hatobangon play their role assisting in the marriage dispensation request. Well-educated or knowledgeable hatobangon typically recommend submitting a request for marriage dispensation to Panyabungan Religious Court. This hatobangon statement letter serves as one of the requirements for the judge’s approval of marriage dispensation request. The contribution of customary laws reflects a manifestation of the prevailing Islamic values in society. Customary laws provide an alternative way to resolve marriage dispensation cases in the society and are used as an evaluation tool in stipulating a court decision. In addition, customary laws aid the public in understanding the inclusion of the Islamic laws in the state laws, such as age limit for marriage.Downloads
References
Abdi Tanjung dan Erwin Siregar, ‘Adat Dan Budaya Mangan Burangir (Makan Daun Siri) Pada Saat Pesta Adat Batak Angkola Tapanuli Selatantapanuli Selatan’. Jurnal Education and Development. Vol. 7 No. 3, Agustus 2019.
A. Havizh Martius, ‘Peradilan Agama Dalam Sistem Hukum Indonesia’, Jurnal Hukum Diktum, vol. 4, No. 1 (2016), h. 1–23.
Adil, Buzidaah. المواءمة التشريعية: آلية لعولمة القانون الجزائي . مجلة الاجتهاد القضائي , Volume 13, Numéro 1, Pages 169-186. https://www.asjp.cerist.dz/en/article/142685.
Ali, Mohammad Daud. Hukum Islam : Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo, 2014.
Albani, Muhammad Syukri. ‘Analisis Kompilasi Hukum Islam Tentang Tipologi Pelaksanaan Hukum Keluarga Islam di Mandailing Natal’. Jurnal al Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam. 9.1 (2016).
Anni Kholilah, dkk. ‘Kajian Estetika Timur Pada Rumah Adat Sopo Godang Mandailing’. Gorga Jurnal Seni Rupa, Vol. 08, No. 2. Juli-Desember 2019.
Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, Cet. II. Jakarta: LP3ES, 1986.
Ardiputra, Muhammad Agung. ‘Pola Efektif Pembinaan Hukum Untuk Meningkatkan Keberhasilan Pembangunan Hukum”. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum. Vol. 15 No. 1, Maret 2021.
Arliman, Laurensius. ‘Hukum Adat Di Indonesia Dalam Pandangan Para Ahli Dan Konsep Pemberlakuannya Di Indonesia’, Jurnal Selat, 5.2 (2018), 177–90 <https://doi.org/10.31629/selat.v5i2.320>.
Daru Ifta’ al-Mishriyyah, فتاوى دار الإفتاء المصرية juz 8. Tt: tt, 1431 H.
Desi Tamarasari, ‘Pendekatan Hukum Adat Dalam Menyelesaikan Konflik Masyarakat Pada Daerah Otonomi’, Jurnal Kriminologi Indonesia Vol. 2 No. 1 Januari (2002), 37-47.
Dimiri, Analisis Tentang Sistem Peradilan Agama Di Indonesia. Jurnal Hukum dan pembangunan, Vol. 47, No. 3 (2016), 149-195.
Efendi, Rahmad. Laporan Penelitian: Kewenangan Malim Kampung dan Hatobangon dalam Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Pada Masyarakat Tanjung Mompang Kec. Panyabungan Utara Mandailing Natal. Medan: FASIH UINSU, 2020.
Friedman, Lawrence. The Legal System, : A Social Science Perspective. New York: Russel Sage Fondation, 1975.
Hamka, Hubungan Timbal Balik antara Adat dan Syara’ di dalam Kebudayaan Minangkabau” Panji Masyarakat Nomor 61/IV/1970.
Hamzani, Achmad Irwan. Kontribusi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia. Bogor: RWTC Succes, 2017.
Hikmah Miraj Muttaqina and Sutisna Sutisna, ‘Dispensasi Perkawinan Anak Di Bawah Umur Dalam Penetapan Perkara Nomor 0049/Pdt.P/2017/Pa.Jp Di Pengadilan Agama Jakarta Pusat’, Mizan: Journal of Islamic Law, 2019 <https://doi.org/10.32507/mizan.v2i2.132>.
Maladi, Yanis. “Eksistensi Hukum Adat Dalam Konstitusi Negara Pasca Amandemen UUD 1945”. Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 41 No. 3 (2011).
Marco Manarisip, ‘Eksistensi Pidana Adat dalam Hukum Nasional’. Jurnal Lex Crimen Vol. 1 No. 4 Oktober 2012.
Muhamad Hasan Sebyar, ‘Politik Hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Jurmal IUS: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 10, No. 1 Maret 2022. DOI: https://doi.org/10.51747/ius.v0i01.963.
Muhammad, Bushar. Asas Asas Hukum Adat-Suatu Pengantar. Jakarta: Pradnya Paramita, 2002.
Muhammad bin Abdul Razak, خطط الشام Juz. 1. Damaskus; maktabah Nur, 1983.
M. Syuib Syuib and Nadhilah Filzah, ‘Kewenangan Hakim Menerapkan Diskresi Dalam Permohonan Dispensasi Kawin (Studi Kasus Di Mahkamah Syar’iyah Jantho)’, SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2019 <https://doi.org/10.22373/sjhk.v2i2.4747>.
H. Mustaghfirin, “Sistem Hukum Barat, Sistem Hukum Adat, Dan Sistem Hukum Islam Menuju Sebagai Sistem Hukum Nasional Sebuah Ide Yang Harmoni”, Jurnal Dinamika Hukum, Volume 11, Edisi Khusus Februari (2011), hlm. 92
Nasution, Pandapotan. Adat Budaya Mandailing Dalam Tantangan Zaman. Medan: Forkala Provinsi Sumatera Utara, 2005.
Pulungan, Abbas. Dalihan Na Tolu : Peran dan Proses Interaksi Antara Nilai-Nilai Adat dengan Islam Pada Masyarakat Mandailing dan Angkola Tapanuli Selatan. Medan: Perdana Publishing, 2018.
Putri lynna A. Luthan, Pengembangan Konsep Rumah Tinggal Tradisional Mandailing Di Sumatera Utara. Prosiding PESAT, Vol. 6. Oktober 2015.
Ramiah Lubis, ‘Sistem Hukum Menurut Hukum Adat Dan Hukum Barat’, Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan, 1.2 (2020), 31–36.
Sugiono, Sukiati. ‘Islamic Legal Reform in Twentieth Century Indonesia: A Study of Hazairin’s Thought’, Master Thesis, Montreal: McGill University, 1999.
Supomo Dan Djoko Sutowo, Sejarah Politik Hukum Adat 1609-1848. Jakarta: Djambatan 1955.
Thalib, Sajuti. Receptio a Contrario: Hubungan Hukum Adat dan Hukum Islam, Cet. IV. Jakarta : Bina Aksara, 1985.
Thontowi, Jawahir. dkk. Aktualisasi Masyarakat Hukum Adat (MHA): Perspektif Hukum dan Keadilan erkait dengan Status MHA dan Hak-Hak Konstitusionalnya. Jakarta: Mahkamah Konstitusi RI, 2012.
Utomo, Laksanto. Hukum Adat. Depok: Raja Grafindo Persada, 2017.
Wignjodipoero, Soerojo. Pengantar dan Asas-Asas Hukum adat, Jakarta: Gunung Agung, 1984.
Yanis Maladi, Eksistensi Hukum Adat dalam Konstitusi Negara Pasca Amandemen UUD 1945. Jurnal Hukum dan Pembangunan Vol 41. No. 3, Sepetember 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muhamad Hasan Sebyar, Pagar Pagar, Sukiati Sukiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













