Legal Consequences and Notary Responsibilities for The Hawalah Contract Deed That Does Not Meet The Provisions of Sharia Law (Study of Decision Number 1922/Pdt.G./2020/PA.Btm)
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v24i1.5385Abstract
Cessie or what is known as Hawalah in Islamic financial institutions is a debt transfer agreement that is widelyused by banks because it is a way to transfer the right to collect to another party and/or a third party to guarantee creditfacilities or funds provided by the bank. In making a Deed of Cessie or Hawalah Deed, a Notary must pay attention to the provisions of positive law and Islamic law. This is related to legal certainty regarding the validity of the deed and itsharmony with Islamic law. The research method used in this study is the doctrinal research method. The data used in this study are secondary data obtained from document studies and strengthened by case analysis. The purpose of this study is to understand the legal consequences of a Hawalah Deed that does not meet the applicable legal provisions and the notary's responsibility for a Hawalah Deed that is canceled by a religious court. Based on the study’s result, a Hawalah Deed that does not meet the provisions of the law can be canceled or null and void by law. A Hawalah Deed that is canceled by the court makes the deed no longer have perfect evidentiary power. The notary who makes the deed can be sued for compensation, costs and interest in the aggrieved party.
Downloads
References
Undang-Undang Tentang Jabatan Notaris. UU Nomor 30 Tahun 2004. LN Tahun 2004 No. 117. TLN No. 4432. Sebagaimana diubah oleh UU Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris. LN Tahun 2014 No.3. TLN No. 5491.
Undang-Undang Tentang Perbankan Syariah. UU Nomor 21 Tahun 2008. LN Tahun 2008 No. 94 TLN No. 4867. Sebagaimana diubah oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. LN Tahun 2023 No. 4. TLN No. 6845.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijke Wetboek]. Diterjemahkan oleh R. Soebekti dan R. Tjitrosudibio.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Dewan Syariah Nasional. Fatwa No. 12/DSN-MUI/IV/2000. Majelis Ulama Indonesia (2000).
Pengadilan Agama Batam. Putusan Nomor 1922/Pdt.G/2020/PA.Btm. Penggugat melawan Tergugat I, Tergugat II (2020).
Alifiatara, Alda dan Windaningtyas Suherman. “Akibat Hukum Cessie Tanpa Adanya Pemberitahuan dan Persetujuan Debitur”. Unes Law Review 6. No. 4 (2024).
Anshori, Abdul Ghofur. Perbankan Syariah di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2009.
Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers, 2006.
Astuti, Retno Sri. “Pengalihan Hak Tagih dengan Cessie”. Djkn.kemenkeu.go.id. 14 September 2022. Tersedia pada https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-sidoarjo/baca-artikel/15372/Pengalihan-Hak-Tagih-dengan-Cessie.html. Diakses pada tanggal 16 September 2024.
Aulia, Gita Permata dan Endang Sri Kawuryan. “Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Cessie Dalam Melakukan Balik Nama Sertipikat Hak Atas Tanah Dan Bangunan”. Jurnal Transparansi Hukum 1. No. 1 (2018).
Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Diterjemahkan oleh Abdul Hayyie al-Kattani, dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011.
Ghazaly, Abdul Rahman, Ghufron Ihsan, dan Sapiudin Shidiq. Fiqh Muamalat. Ed.1. Cet. 1. Jakarta: Kencana, 2010.
Mustofa, Imam. Fiqih Mu‟amalah Kontemporer. Jakarta : Rajawali Pers, 2016.
Pratiwipuspa, Lilies. Keabsahan Akta Akad Bank Syariah yang Dibuat oleh Notaris yang Tidak Bersertifikat Lembaga Keuangan Syariah. Surabaya: Universitas Airlangga, 2010.
Prudential Syariah, “Hawalah: Pengertian, Jenis, Dasar Hukum, dan Contohnya,” shariaknowledgecentre.id. 12 Juli 2023, https://www.shariaknowledgecentre.id/id/news/Hawalah-adalah/. Diakses pada 16 November 2024.
Salim. Teknik Pembuatan Suatu Akta (Konsep Teoritis, Kewenangan Notaris, Bentuk dan Minuta Akta. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015.
Setiawan, Rachmad dan J. Satrio. Penjelasan Hukum tentang Cessie. Jakarta: Nasional Legal Reform Program, 2010.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 1983.
Subekti. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa, 1998. hlm. 71.
Subekti. Hukum Perjanjian. Cet. 17. Jakarta: Intermasa, 1998.
Suharnoko dan Endah Hartati. Dokrin Subrogasi, Novasi, dan Cessie (Dalam Kitab Undang-Undang Perdata, Nieuw Nederlands Burgerlijk Wetboek, Code Civil Prancis dan Comman Law. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.
Tobing, G. H. S. Lumban. Peraturan Jabatan Notaris. Erlangga: Jakarta, 1991.
Toyyibi, Abdul Majid. “Implementasi Hawalah pada Pembiayaan Bermasalah Studi Kasus Koperasi Jasa Keuangan Syariah Usaha Gabungan Terpadu Bmt Sidogiri Kcp Omben Tahun Buku 2018.” Profit: Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan 3 No. 2, (2019).
Warnida, Yuli dan Herlina Yustati. Lembaga Keuangan Syariah. Bengkulu: CV Brimedia Global, 2024.
Zulkifli, Sunarto. Panduan Praktik Perbankan Syari’ah. Jakarta: Zikrul Hakim, 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Mawardita Puspitasari, Wirdyaningsih Wirdyaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













