The Implications of Government Disobedience in Carrying Out Constitutional Court Decision No. 45/PUU-IX/2011 on Forest Areas

Authors

  • Muhamad Zainal Arifin Fakultas Hukum Universitas Airlangga
  • Radian Salman Fakultas Hukum Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v24i1.6021

Keywords:

forest law, forest area, state forest, designation of forest area, determination of forest area

Abstract

The implications of Constitutional Court Decision No. 45/PUU-IX/2011 resulted in the determination of forest areas as the legal basis for forest areas. Forest areas in the designation stage can no longer serve as a foundation for legal authority. Since the Forestry Law became law, the Decree on the Designation of Forest Areas across Indonesia has been changed. This means the legal reason for designating forest areas under the Transitional Provisions of Article 81 of the Forestry Law is no longer valid. The Government continues to use the Decree on the Designation of Forest Areas as a foundation for convicting individuals, imposing administrative penalties, restricting civil rights, and issuing permits. The Government's noncompliance with the Constitutional Court Decision infringes upon individuals' constitutional rights and results in environmental degradation due to the lack of oversight in forested regions. This research is normative juridical research (doctrinal research)

Downloads

Download data is not yet available.

References

Book

Asshiddiqie, Jimly, Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

Aziz, Asmaeny, Izlindawati, Constitutional Complaint & Constitutional Question dalam Negara Hukum, Jakarta: Kencana, 2018.

Firdaus, Asep Yunan et.al, Mengelola Hutan dengan Memenjarakan Manusia, Jakarta: Huma, 2007

Hadjon, Philipus M., Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia, Surabaya: Peradaban, 2007

Huda, Ni’matul, Kekuatan Eksekutorial Putusan Mahkamah Konstitusi, Yogyakarta: FH UII Press, 2018.

Iskandar, Hukum Kehutanan, Bandung: CV Mandar Maju, 2015

Latif, Abdul, Fungsi Mahkamah Konstitusi Dalam Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokrasi, Yogyakarta: Kreasi Total Media, 2007.

Marzuki, Peter Mahmud,Teori Hukum, Jakarta: Kencana, 2020.

Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2020.

Muhjad, M. Hadin, Hukum Lingkungan Sebuah Pengantar untuk Konteks Indonesia, Yogyakarta: Genta Publishing, 2015

Palguna, I Dewa Palguna, Pengaduan Konstitusional (Constitutional Complaint) Upaya Hukum terhadap Pelanggaran Hak-Hak Konstitusional Warga Negara, Jakarta: Sinar Grafika, 2013

Riyanto, Budi, Hukum Kehutanan dan Sumber Daya Alam, Bogor: Lembaga Pengkajian Hukum Kehutanan dan Lingkungan, 2008

Redi, Ahmad, Hukum Sumber Daya Alam dalam Sektor Kehutanan, Jakarta: Sinar Grafika, 2014

Sadino, Mengelola Hutan dengan Pendekatan Hukum Pidana Suatu Kajian Yuridis Normatif (Studi Kasus Propinsi Kalimantan Tengah), Jakarta: BKH2K, 2017.

Journal

Diantoro, Totok Dwi, “Dinamika Kebijakan Resolusi Konflik Tenurial Kawasan Hutan Era Joko Widodo, Jurnal Media of Law and Sharia, Volume 1, Nomor 4, 2020, 245-267

Hardani, Ayuk, Lita Tyesta Addy dan Listiya Wardhani, “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XVI/2018 Menurut Sistem Hukum di Indonesia”, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019

Hidayat, R. A. Analisis Yuridis Proses Pembatalan Sertifikat Hak Atas Tanah Pada Kawasan Hutan. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 4(2), 2016.

Hidayani, S., Samosir, B. M., & Munthe, R. Analisis Hukum Kehutanan terhadap Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan di Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Mercatoria, 14(2), 2021, 107–123.

Huda, Ni’matul. “Problematika Pengaturan Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Perkara Pidana Oleh Mahkamah Agung”. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 27(3), 437–457, 2020

Iskandar, I. (2020). Fungsi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sebagai Instrumen Hukum Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Hutan. Bina Hukum Lingkungan, 5(1), 1–20.

Nugroho, Fadzlun Budi Sulistyo, “Sifat Keberlakuan Asas Erga Omnes dan Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi”, Gorontalo Law Review, Volume 2 No. 2 Oktober 2019

Nurhamani, A. (2024). Reforma Agraria Dan Tembok Ego Sektoral: Merumuskan Alternatif Penyelesaian. Bina Hukum Lingkungan, 8(2), 189–213.

Maulidi, Mohammad Agus, Problematika Hukum Implementasi Putusan Final dan Mengikat Mahkamah Konstitusi Perspektif Negara Hukum, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum Volume 24, No. 4, Oktober 2017, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Sadino and B Wiyono, “Law study about the confirmation of forest area towards legal certainty of forest area in Indonesia,” 2024 IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 1407 012018DOI 10.1088/1755-1315/1407/1/012018

Sati, D. “Politik Hukum di Kawasan Hutan dan Lahan bagi Masyarakat Hukum Adat”. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 5(2), 234–252, 2019.

Setiawan, E. N., Maryudi, A., Purwanto, R. H., & Lele, G. Konflik Tata Ruang Kehutanan Dengan Tata Ruang Wilayah (Studi Kasus Penggunaan Kawasan Hutan Tidak Prosedural Untuk Perkebunan Sawit Provinsi Kalimantan Tengah). BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 3(1), 2018, 51–66.

Suantra, I Nengah, Bagus Hermanto, “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XIII/2015 dalam Pengisian Jabatan Perangkat Desa”, Jurnal Konstitusi Volume 16, Nomor 3, September 2019

Suparto, S. (2019). Problematika Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau. Bina Hukum Lingkungan, 4(1), 79–96.

Togatorop, Marulok, Moh Hardiansyah, Dawam Muzak, “Kepastian Hukum Hak atas Tanah Masyarakat Hukum Adat yang Masuk dalam Kawasan Hutan”, Jurnal Hukum Adil, Fakultas Hukum Universitas Yarsi Vol 12 No. 2, Desember 2021

Yusa, I Gede, Bagus Hermanto, “Implementasi Green Constitution di Indonesia: Jaminan Hak Konstitusional Pembangunan Lingkungan Hidup Berkelanjutan”, Jurnal Konstitusi, Volume 15, Nomor 2, Juni 2018

Downloads

Published

2025-04-09