Legal Responsibility of Land Deed Officials in Overcoming Abuse of Land Sale and Purchase Deeds

Authors

  • Aslan Noor Universitas Pasundan Bandung
  • Nurfaridah Universitas Pasundan Bandung
  • Selly Purnama Universitas Pasundan Bandung
  • Indri Meliani Universitas Pasundan Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v24i1.6112

Keywords:

sale and purchase deed; misuse; PPAT; land

Abstract

The Deed of Sale and Purchase (AJB) is a critical element in land transactions in Indonesia, requiring legal validity to ensure the certainty of land ownership status. However, the misuse of AJB, including document forgery by the Land Deed Official, has led to legal disputes that harm various parties and undermine public trust in the land law system. This study aims to analyze the legal responsibility of The Land Deed Official in addressing the misuse of AJB by identifying obstacles in task execution and potential violations. The research method used is a qualitative approach with case studies of land disputes involving The Land Deed Official, as well as an analysis of relevant regulations related to the duties and supervision of The Land Deed Official. The study also aims to provide policy recommendations to enhance The Land Deed Official accountability and strengthen a more transparent and accountable land system. The Land Deed Official plays an essential role in ensuring the legality of land sale transactions in Indonesia by verifying related documents, such as land certificates and tax payment evidence, in accordance with applicable regulations. Misuse of the AJB by The Land Deed Official can undermine legal certainty, trigger land disputes, and hinder economic growth. To prevent this, stricter supervision, the application of technology for transparency, and strict enforcement of sanctions in the land system are required.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adistia, M. (2024). Pertanggungjawaban PPAT terhadap Akta Jual Beli Berdasarkan Keterangan Palsu yang diberikan oleh Para Pihak. Notaire, 7(1).

Adiyanti, N. K. W. S., & Pidada, I. B. A. (2024). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Penerbitan Sertifikat Tanah Elektronik. Student Research Journal, 2(4), 382–396.

Akhmaddhian, S., & Agustiwi, A. (2016). Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dalam Transaksi Jual Beli Secara Elektronik di Indonesia. UNIFIKASI: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 40–60.

Aurelia, N. H., Sari, K., & Rion, A. (2025). Pemecahan Sertifikat (Splitzing) Tanah Kavling di Kantor Notaris & PPAT. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 3(1), 57–78.

Barkatullah, A. H. & others. (2019). Hukum Transaksi Elektronik di Indonesia: Sebagai pedoman dalam menghadapi era digital Bisnis e-commerce di Indonesia. Nusamedia.

Bramastya, D. R. & others. (2023). Analisis Yuridis Putusan Pengadilan Tinggi No. 695/Pdt/2021/Pt Sby Tentang Pembatalan Penetapan Status Keahliwarisan Anak Kandung terhadap Saudara Angkat Pewaris. NOVUM: JURNAL HUKUM, 237–248.

Burhanuddin, M., Wardhani, L. C., & Surya, F. A. (2022). Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Ptsl) Sebagai Upaya Untuk Mencegah Sengketa Kepemilikan dan Batas Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus. Jurnal Suara Keadilan, 23(1), 51–61.

Choerunnisa, I., Sudirman, M., & Djaja, B. (2023). Sertifikasi Barang Milik Negara: Langkah Strategis Memperkuat Kepastian Hukum dan Keamanan Aset Negara. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Humaniora, 6(2), 628–642.

Dalimunthe, S. N. I. S. (2021). Penyalahgunaan Keadaan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Apartemen Sebagai Pembatas Pemenuhan Azas Keseimbangan. Jurnal Yuridis, 8(2), 298–311.

Darusman, Y. M. & others. (2016). Kedudukan notaris sebagai pejabat pembuat akta otentik dan sebagai pejabat pembuat akta tanah. ADIL: Jurnal Hukum, 7(1), 36–56.

Faridah, K., Khalimi, K., & Ismed, M. (2023). Kepastian Hukum dan Pengawasan Honorarium PPAT sebagai Upaya untuk Penyetaraan Pelayanan dan Mewujudkan Keadilan bagi Masyarakat. Perfecto: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 65–72.

Gaol, S. L. (2021). Keabsahan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah Sebagai Dasar Pembuatan Akta Jual Beli Tanah dalam Rangka Peralihan Hak Atas Tanah dan Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 11(1).

Ginting, R., Yulistiyono, A., Rauf, A., Manullang, S. O., Siahaan, A. L. S., Kussanti, D. P., PS, T. E. A., Djaya, T. R., Ayu, A. S., & Effendy, F. (2021). Etika Komunikasi dalam Media Sosial: Saring Sebelum Sharing (Vol. 1). Penerbit Insania.

Herlambang, H., Dwi Fitri, A., Natasha, N., Puspasari, A., Kusdiyah, E., Nofrienis, R., Harahap, H., & others. (2020). Peningkatan Pengetahuan dan Pemasangan/Pelepasan Implan/Alat Kontrasepsi dalam Rahim (Akdr). Pengabdian Universitas Jambi Untuk Negeri, 67–70.

Jaya, W. K. (2021). Ekonomi Kelembagaan dan Desentralisasi. UGM PRESS.

Kosasih, J. I., & Haykal, H. (2021). Kasus hukum notaris di bidang kredit perbankan. Bumi Aksara.

Kuncoro, N. W. (2015). 97 Risiko Transaksi Jual Beli Properti. Raih Asa Sukses.

Marpaung, T. A., & Batubara, M. (2023). Analisis Hak Atas Tanah Sebagai Sarana dalam Penanaman Modal. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2783–2792.

Mulyadi, S., & Satino, S. (2019). Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah Bersertifikat Ganda. Jurnal Yuridis, 6(1), 147–173.

Murni, C. S. (2021). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Proses Peralihan Jual Beli Hak atas Tanah. Jurnal Kajian Pembaruan Hukum, 1(1), 25–48.

Nanda, R. R., & Velentina, R. A. (2022). Tanggung Jawab Notaris falam Legalisasi Dokumen Warga Negara Asing Menurut Konvensi Apostille. Jurnal USM Law Review, 5(1), 270–281.

Ningrum, M. F., Aprianti, S., & Aulia, S. B. (2024). Kelalaian Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) terhadap Penandatanganan Akta Jual Beli (Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor: 289/Pdt/2015/Pt. Bdg). Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 6(1), 56–76.

Prahandini, E. (t.t.). Dampak Hukum terhadap Akta Pemindahan Hak dan Kuasa Serta Akta Jual Beli yang dilakukan tanpa Sepengetahuan “Pemilik Objek”(Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3090 K/PDT/2016)”. Indonesian Notary, 3(4), 9.

Prawira, I., & Yoga, G. B. (2016). Tanggung Jawab PPAT terhadap akta jual beli tanah. Jurnal Ius, 4(1), 64–78.

Putri, D. R. K., & Purwaningsih, S. B. (2024). Jual Beli Tanah Warisan Tanpa Persetujuan Ahli Waris. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(1), 12–12.

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2017). Etika Profesi Hukum: Empat Pilar Hukum. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Riswanto, A., Zafar, T. S., Sunijati, E., Harto, B., Boari, Y., Astaman, P., Dassir, M., Hikmah, A. N., & others. (2023). Ekonomi Kreatif: Inovasi, Peluang, dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Rokhana, A. (2024). Tanggung Jawab Hukum terhadap Pelanggaran Kode Etik Pejabat Pembuat Akta Tanah (Studi Kasus Tanah Nirina Zubir). Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 4(4), 822–833.

Rosadi, A. G. (2020). Tanggung jawab notaris dalam sengketa para pihak terkait akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang Dibuatnya. JCH (Jurnal Cendekia Hukum), 5(2), 243–259.

Simanjuntak, E. (2021). Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara: Transformasi & Refleksi. Sinar Grafika.

Sudharma, K. J. A., Maharani, I. G. A. J., & Putra, I. N. A. S. (2024). Pertanggung Jawaban Pejabat Pembuat Akta Tanah terhadap Kesalahan Pencantuman Identitas Pembeli pada Akta Jual Beli di Kabupaten Tabanan. UNES Law Review, 6(4), 9977–9989.

Suryohadiprojo, S. (2005). Si vis pacem para bellum: Membangun pertahanan negara yang modern dan efektif. Gramedia Pustaka Utama.

Suwasta, A. D., Juhana, U., Alfiany, T. F., & Mulyanti, A. S. (2024). Pengantar hukum perdata. TOHAR MEDIA.

Triana, A. R., Putri, A. A., Mar’atussholikhah, K., Sukma, V. S., Firdaus, F., & Hidayat, M. F. (2024). Kepastian Hukum dalam Penanaman Modal Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus dari Perspektif Investor. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(3), 246–262.

Urip Santoso & others. (2019). Pendaftaran dan peralihan hak atas tanah. Prenada Media.

Utomo, H. I. W. (2020). Memahami Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Prenada Media.

Wongso, M. E. (2024). Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli Tanah yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah. LEX PRIVATUM, 13(4).

Zulfikar, R., & Basri, H. (2024). Analisis Pemalsuan Akta Jual Beli Saham Oleh Notaris. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 23(2), 1–15.

Downloads

Published

2025-09-20